TVRUSAKNEWS - Batam, Gubernur Kepri, HM Sani memesan seribu set suvenir filateli edisi khusus MTQ Nasional XXV. Suvenir filateli itu nantinya akan disebar ke sekolah-sekolah se-Provinsi Kepri, sebagai benda koleksi filateli. ”Satu set itu isinya sampul surat, prangko, dan kartu ucapan,” kata Account Executive Kantor Pos Batam, Edi Martono.
Sudah menjadi kebiasaan PT Pos Indonesia menerbitkan suvenir filateli setiap kali acara musabaqah tilawatil Quran (MTQ) Nasional berlangsung. Namun, baru Provinsi Kepri yang melengkapi suvenirnya dengan kartu ucapan. Kartu ucapan itu berisi tema MTQ Nasional XXV dan pesan Gubernur Kepri.
Di sana tertulis, tema MTQ Nasional XXV tahun ini adalah aktualisasi nilai-nilai spiritual Alquran, untuk pencerahan kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun dan damai. Sedang pesan Gubernur Kepri muncul dalam tiga poin. Poin pertama, selalu berpikir win-win solution dan menganggap orang lain itu sebagai kooperatif, bukan kompetitor.
Poin kedua, selalu memahami, berempati, dan menghargai orang lain. Poin ketiga, selalu bekerja dengan sinergis. Ketiga poin itu harus dikembangkan dalam konteks berhubungan dengan orang lain. ”Suvenir ini dicetak di Bandung,” ujarnya.
Lebih lanjut Edi mengatakan, amplop, prangko, dan suvenir itu langsung didesain Gubernur Sani. Pria yang menjadi penanggung jawab MTQ Nasional XXV itu ingin bangunan Astaka MTQ Nasional XXV menjadi latar gambar. Baik itu di amplop, prangko, maupun kartu ucapan.
Di amplop, bangunan Astaka melatari gambar duo HMS. Di tengah-tengahnya diletakkan logo MTQ Nasional. Desain ini tak jauh beda dengan desain gambar di prangko. Prangko itu menempatkan bangunan Astaka MTQ Nasional XXV sebagai latar. Lalu foto duo HMS di depan Astaka dengan logo Provinsi Kepri di tengah-tengah keduanya. ”Kalau MTQ Nasional di Ambon tahun 2012, prangkonya ada gambar Presiden,” tuturnya.
Prangko MTQ Nasional XXV bernilai Rp 2.500. Prangko-prangko ini dicetak di Batam. Tidak akan diperjual-belikan secara massal usai MTQ nanti. Sani telah memesan 200 set prangko dari PT Pos Indonesia. Satu set prangko berisi delapan buah prangko.
”Namanya prangko prisma. Memang tidak dijual, tapi kalau ada yang ingin membuat yang sama bisa juga kami cetakkan lagi. Hanya saja harus lapor dulu ke orang punya ide prangko ini,” tuturnya.
sumber : batampos.co.id


